Minggu, 16 Mei 2010

Tugas IV_2b - Behaviour Accounting

PERILAKU AKUNTANSI (BEHAVIOURAL ACCOUNTING)

Teori bahwa fungsi manajemen akuntansi pada dasarnya adalah perilaku. Teorinya adalah bahwa sifat dan ruang lingkup sistem akuntansi material dipengaruhi oleh tampilan perilaku manusia, yang diselenggarakan oleh para akuntan yang merancang dan mengoperasikan sistem ini. penganggaran partisipatif adalah aplikasi sederhana dari akuntansi perilaku. Jadi akuntansi keperilakuan (behavioural accounting) merupakan bagian dari disiplin akuntansi yang mempelajari tentang hubungan antara perilaku manusia dan system akuntansi, serta dimensi social dari organisasi dimana manusia dan system akuntansi tersebut berada.

Dalam metode akuntansi yang memperhitungkan account pengambil keputusan utama sebagai bagian dari nilai perusahaan. Akuntansi perilaku dikembangkan untuk membuat transparan terhadap efek perilaku para pemangku kepentingan potensial dan arus. Hal ini dilakukan untuk lebih memahami dampak tentang proses bisnis, pendapat2, dan variabel manusia terhadap nilai Corporation umum, sekarang dan di masa depan.

Pendekatan dengan akuntansi yang menekankan pertimbangan psikologis dalam pengambilan keputusan; juga disebut akuntansi sumber daya manusia. Misalnya, anggaran harus partisipatoris sehingga departemen manajer yang terlibat dengan hal itu akan menginternalisasi tujuan. Laba pusat juga terlibat dalam ego seorang manajer karena hasil keuangan dari entitas yang merupakan cerminan langsung kinerja manajer. Didalam akuntansi sumber daya manusia, penilaian ditempatkan pada rakyat dan dicatat sebagai aset pada neraca.

Aset yang paling berharga dalam perusahaan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya intellectual capital-nya. Tanpa manusia, sumber daya perusahaan itu tidak akan bisa menghasilkan laba atau menambah nilainya sendiri. Manusialah yang mengelola suatu perusahaan dan manusialah yang menciptakan nilai tambah itu. Oleh karena itu perilaku akuntansi sangat erat hubungannya dengan akuntansi sumber daya manusia.

Kita ambil contoh dari dua perusahaan, perusahaan ABC dan perusahaan DEF, yang mana laporan keuangan yang identik. Jika perusahaan ABC telah/mempunyai lebih pengalaman kerja, dan manajemen yang lebih kuat dari perusahaan DEF kemudian perusahaan ABC harus mempunyai nilai lebih. Perilaku akuntansi berupaya untuk mengukur dan mencatat aspek bisnis ini. Perilaku Akuntansi adalah kepentingan khusus untuk para penimba ilmu pendidikan karena berpengaruh adanya kendala waktu, pertanggungjawaban, anggapan, dan motivasi para pembuat keputusan individu.

-----------
Lis Setiawati
27209017
4EB15
Riset Akuntansi #

Tidak ada komentar:

Posting Komentar